"Lo mau buat gue gila kan Mas?" "Enggak, sama sekali. Kamu yang selalu susah buat saya atur, kalau kamu mau dan bisa diatur, semua ini enggak bakalan kejadian. Semuanya akan selesai lebih cepat." "Lo!" Bianca menunjuk tepat di wajah Ezra. "Egois tahu Mas!" "Saya sengaja egois. Karena apa? Ego kamu hanya bisa dilawan dengan ego lagi, Bianca." "Lo pikir lo siapa sih Mas? Kenapa lo ngerasa berhak buat nuntut-nuntut dan ngelarang gue kayak gini?" "Bi." Dipa yang melihat kemarahan Bianca perlahan memuncak pun mencoba menyadarkan wanita itu. "Kamu masih nanya saya siapa, Bianca. Kamu udah tahu saya." "Tahu enggak sih kalau gue benci banget sama lo Mas." "Saya enggak peduli, Bianca. Masuk sekarang dan makan bubur yang udah saya buat." "Enggak sudi, lebih baik gue enggak makan dari pada

