BAB 25

1427 Kata

Bagian 25.   Aku menormalkan kerja jantungku sehabis berlari. Mengambil napas dalam, aku menoleh ke segala arah untuk menemukan taksi pertama yang akan membawaku pergi sejauh mungkin dari sini.   Rasa sesakku semakin menjadi saat menyadari bahkan Kaivan tidak mau repot-repot untuk mengejarku. Memangnya aku ini apa jika dibanding dengan Anditha yang punya segalanya? Aku tidak lebih dari seorang wanita yang Kaivan nikahi untuk memberikannya keturunan.   Memangnya hatiku ini terbuat dari apa? Aku salah apa sampai Kaivan menghukumku seperti ini? Apa karena ayahku seorang pembunuh—yang bahkan belum jelas kebenarannya?   Terjatuh. Aku membiarkan tubuhku terduduk di atas trotoar seperti pengemis, dengan air mata sialan yang terus saja meluncur. Kenapa aku sehancur ini Tuhan? Apa aku mu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN