BAB 5 Alex kagum

1046 Kata
Satpol PP mengejar para anak jalanan yang tadi sedang makan lontong dan gorengan pemberian dari Alek , namun Alek dan Sinta menghadang satpol PP tersebut "Stop pak , jangan mengejar mereka, mereka sedang menikmati makanan yang saya bawa" Alek menghalangi satpol PP tersebut "Kamu jangan menghalangi tugas kami ,atau kamu bos pengemis dan pengamen, masih muda udah kejam" "Bapak jangan ngomong sembarangan, ini kartu nama saya, saya bisa menuntut anda karena sudah mencemarkan nama baik saya" Satpol PP tersebut melihat kartu nama yang Alek berikan,"hah Alek Wijaya, apa dia putra dari pak Arya Wijaya pemilik perusahaan Wijaya,bisa gawat kalau berurusan dengan keluarga Wijay" "Sebenarnya mas siapa, kenapa mas berada di sini , mereka anak jalanan yang gak punya orang tua ,ini peraturan pemerintah untuk menertibkan para anak jalanan dan pengamen " satpol PP tersebut menjelaskannya "Mereka semua anak jalanan yang selalu saya kasih makan setiap hari, kalau saya gak sempat ada adik saya, sebenarnya saya mau membuat rumah singgah buat mereka pak," Alek dan Andre adiknya memiliki impian tersebut "Saya bangga dengan keinginan mas yang sangat Mulia , tapi mas jangan sampai mereka berkeliaran lagi di jalan, kalau mereka terlihat lagi kami pasti akan menangkap mereka, semua ayo kita pergi!" Para polisi satpol PP pergi meninggalkan tempat tersebut "Kak Alek ,emang beneran Kaka mau bikin rumah singgah buat anak jalanan ini kak?" Sinta bertanya kepada Alek "Sebenarnya itu bukan keinginan aku ,tapi aku hanya mendukung saja, itu keinginan adik aku!" Saat mereka sedang berbincang seorang pemuda datang memangil Alek dengan sebutan kakak Kalau dilihat dari sekilas mereka seperti seumuran, tapi pemuda tersebut begitu menghormati Alek "Kak Alek , aku cari Kaka dari tadi , kita harus balik kekantor sekarang kak !" Alek terlihat heran "Emangnya ada apa Andre, ini kan sudah waktunya pulang , emangnya ada masalah apa?" Alek bertanya kepada adiknya "Gawat kak ,papa marah besar ke Kaka , karena tadi Kaka pergi sebelum waktu pulang , kita harus cepat Kaka sendirian tau gimana kalau papa marah!" Alek terlihat kesal "Ya udah Andre ,kamu duluan aja kekantor, nanti aku nyusul,aku mau mengantarkan dia dulu!" Alek berniat mengantarkan Sinta pulang dahulu "Ya udah aku duluan kak ,Kaka harus kekantor sekarang aku tunggu di sana "Andre pergi menuju kantor Sedang Alek pergi meninggalkan tempat tersebut mengantarkan Sinta pulang "Kalau Kaka sibuk mau kekantor sekarang, aku gak apa apa kok kak ,aku bisa pulang naik angkot kok!" Sinta merasa gak enak hati "Gak apa apa, aku gak enak kalau menigal kamu sendirian pulang , ayo aku antar kamu pulang sekarang!" Kemudian mereka menaiki mobil dan pergi menuju rumah kontrakan Sinta Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai didepan gang rumah kontrakan Sinta, kemudian Sinta turun "Kak Alek makasih karena sudah menolong aku tadi ,kak mau mampir dulu ke rumah kontrakan aku , aku tinggal berdua sama bibi aku " Alek tersenyum melihat Sinta, " gak usah Sinta lain kali aja ,aku pamit karena masih ada urusan,ini makanan buat kamu dan bibi kamu" Alek tadi menyempatkan diri untuk membeli makanan buat Sinta dan bibinya," makasih banyak ya kak ,aku jadi gak enak karena udah ngerepotin Kaka , aku masuk dulu kak" "Besok pagi aku tunggu, kita berangkat bareng kan kita satu arah !" Kemudian Alek pergi meninggalkan tempat tersebut, Sinta melambaikan tangannya Sinta berjalan menuju rumah kontrakannya, dia masuk kemudian meletakkan makanan yang dia bawa di atas meja makan "Bibi aku pulang , kita makan bareng bi ,aku bawa makanan"namun Sinta gak mendapatkan jawaban dari bibinya Sinta melihat bibinya di dalam kamar, Sinta terkejut karena bibinya sedang menggigil karena demam "Astaghfirullah, bibi kenapa sakit ,kita ke rumah sakit sekarang, badan bibi panas banget" Sinta begitu khawatir "Gak usah Sinta,bibi gak apa apa, sebaiknya uangnya kesinin aja buat bayar kontrakan" seperti biasa bibinya selalu ketus bicara dengan Sinta "Tapi badan bibi panas banget,aku khawatir takut bibi kenapa napa!" Sinta begitu khawatir Bibinya mencoba berdiri, tapi karena sangat pusing dan sakit kepala bibinya pingsan, Sinta berlari keluar meminta bantuan, beberapa orang yang baru pulang kerja mendengar Sinta berteriak "Sinta kenapa kamu berteriak, emangnya ada apa" seorang bapak-bapak berkumis menghampiri Sinta "Pak maaf tolong Saya, bibi pingsan saya mau membawa dia ke rumah sakit , tapi saya gak kuat menggakat dia" Kemudian orang tersebut membantu Sinta membawa bibinya dan mengantarkan menuju rumah sakit , Sinta terlihat sangat khawatir melihat kondisi bibinya , walaupun bibinya gak menyukai Sinta tapi Sinta begitu menyayangi bibinya tersebut, setelah sampai rumah sakit bibinya langsung di bawa keruangan UGD dan mendapatkan pertolongan **** Sementara itu Alek sudah sampai di kantor, dia segera menuju ruangan papanya, terlihat pak Arya Wijaya bersama Andre sudah menunggu Alek "Akhirnya kamu datang juga Alek ,papa heran kenapa kamu gak memiliki rasa tanggung jawab ,belum waktunya pulang tapi kamu sudah meninggalkan kantor!" Pan Arya begitu marah kepada Alek "Pah kenapa masala begitu aja sampai semarah ini , aku tadi ada keperluan pah!" Alek berjalan dan duduk di hadapan papanya Brankkkkkkk,pak Arya mengebrak meja, " Alek harusnya kamu memberi contoh yang baik buat karyawan kita ,kapan kamu aka. Berubah bertanggung jawab Alek , kamu selalu saja begini" "Pah aku masih muda aku mau menikmati hidup aku papa ,lagi pula di kantor ada Andre kan!" Alek sedikitpun gak merasa bersalah "Kamu memang gak pernah bisa serius, papa rasa biar kamu berubah dan punya rasa tanggung jawab sebaiknya kamu segera menikah" "Apa papa bilang menikah" Alek kaget mendengarnya "Iya Alek kamu menikah dengan segera, mama kamu sudah mempunyai calon buat kamu" Alek muak mendengar perkataan papanya, dia berpikir ini pasti ulah mama tirinya "Pah ini bukan jaman Siti Nurbaya, udah gak jaman lagi kita harus di jodohkan, aku bisa mencari calon istri aku pah!" Alek menolak keinginan papanya tersebut "Kalau kamu gak mau segera menikah kamu aka. Papa coret dari ahli waris keluar Wijaya!" Pak Arya mengancam Alek "Papa mengancam aku ,apa papa gak sadar dari mana papa mendapatkan semua ini , kalau buka. Karena mama, papa pasti sudah menjadi gembel pah " pak Arya begitu murka mendengar perkataan Alek "Pah tenang ingat jantung papa , sebaiknya kita biarkan Kaka Alek memilih calon istri nya pa!" Andre berusaha menenangkan papanya Alek pergi meninggalkan kantor Karena kesal , sementara itu di rumah sakit bibinya Sinta sedang mendapatkan perawatan, seorang suster memberikan kertas yang harus di bayar, Sinta terkejut melihat nominal yang harus dia bayar yang sangat besar BERSAMBUNG......
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN