BAB 4 di palak

1111 Kata
"Pak saya mau melaporkan hasil tes urine yang saya lakukan kepada kedua siswa tadi , tapi anak yang bernama Tiara melakukan kecurangan, dia menukar sampel air seninya, menurut bapak apa yang harus kita lakukan!" Bu Fatma memberikan laporan kepada kepala sekolah "Ibu gak usah khawatir, saya sudah menghubungi polisi, nanti biar mereka bertindak" Kemudian dua orang polisi datang ke sekolah, para siswa begitu heran melihat ada dua orang polisi "Guys kayanya ada yang orang yang akan di tangkap polisi, mungkin sudah ada buktinya" Tiara begitu percaya diri Meli memanaskan suasana,"iya dong nanti kita piralkan, kalian semua siapa dengan HP kalian" Para siswa bersiap dengan hpnya masing masing, mereka mengarahkan kepada Sinta, "kayanya anak sok pintar itu akan di keluarkan dari sekolah kita" Namun para polisi mendekati Tiara, "apa Ade yang bernama Tiara lestari, kami mendapat perintah untuk menangkap anda" "Memangnya apa kesalahan saya, kenapa bapak mau menangkap saya, ini pasti kesalahan" Tiara begitu ketakutan "Pak ini kesalahan,mana mungkin sepupu saya melakukan kesalahan, harusnya bapak menangkap dia pak!" Meli menunjuk ke arah Sinta "Ade bisa jelaskan di kantor, kami mendapat perintah untuk menangkap anda, Bu Fatma dan kepala sekolah telah membuat laporan, kalau anda terbukti mengunakan narkoba dan menukar barang bukti " Tiara berusaha kabur dan berontak," jangan tangkap saya pak , saya gak bersalah, Mel tolong gue , kamu bilang ke papa aku " Bu Fatma dan kepala sekolah datang melihatnya, "pak tangkap dia , saya gak mau nama sekolah saya tercemar karena ulah dia , sekalian dia akan saya keluarkan dari sekolah ini" Kedua polisi tersebut membawa Tiara pergi menuju kantor polisi, semua siswa begitu kaget dan sudah menduga kalau Sinta gak bersalah "PD banget dia bilang kalau Sinta yang akan di tangkap, ternyata dia orang yang sudah memfitnah Sinta, sekarang dia kena batunya," semuanya menyoraki Tiara yang di tangkap polisi Dalam hatinya Tiara merasa sangat marah dan malu , apalagi dia akan mendekam di penjara, Sinta merasa heran karena Tiara di bawa polisi "Hah kenapa dia di bawa polisi ,jadi beneran dia pengguna narkoba" "Nah sin , gue dari awal udah yakin kalau Lo gak bersalah, benarkan lun , akhirnya kebenaran terungkap juga" Bel tanda pulang sekolah sudah berbunyi, para siswa mulai bubar dan pulang meninggalkan sekolah, Sinta segera menuju taman , seperti biasa dia selesai sekolah akan berjualan di kawasan taman , Sinta memang selalu berjualan selepas pulang sekolah, waktu menunjukkan pukul lima sore, dagangan Sinta sudah hampir habis " Alhamdulillah akhirnya dagang aku habis juga , lumayan dapat segini," Sinta menghitung uang hasil jualan "Hey bagi duit itu ke gue , kalau gak gue habisin Lo "seorang preman bersama temannya menodong Sinta dengan senjata tajam "Jangan bang ini bukan uang saya, ini uang hasil jualan saya, ini bukan milik saya!" Sinta segera menyembunyikan uang tersebut Kedua preman tersebut tertawa," hahahaha, Lo pikir gue perduli, gua gak perduli sekarang kasih ke gua duit tersebut" Sinta segera pergi karena takut, tapi rambutnya di tangkap oleh preman tersebut," Lo mau lari kemana, jangan harap Lo bisa kabur dari kita" Preman tersebut menyeret tubuh Sinta, sekuat tenaga Sinta berusaha melawan, tapi dia kalah tenaga "Lepaskan aku sakit , kalian mau apa aku gak punya uang " Hiatttt,dugggg bruuuuug , kedua preman tersebut jatuh dengan sekali tendang, mereka melihat ada orang yang ikut campur "Siapa Lo , ngapain Lo ikut campur urusan kita, mau cari mati Lo " "Kalian berdua maju sini, Lo berdua pikir gue aka. Kalah dari sampah masyarakat seperti kalian," "Kak Alek , aduh gimana kalau dia kenapa napa, apalagi badan mereka berdua gede banget !" Sinta merasa ketakutan Namun justru sebaliknya, kedua preman tersebut jatuh hanya beberapa kali Serangan dari Alek , mereka berdua pun lari ketakutan, Alek memang sangat hebat ,dia merupakan pengguna sabuk hitam pencak silat, kemudian Alek mencari keberadaan Sinta yang tadi kabur " sin , Sinta, kamu di mana , sekarang udah aman kok!" Alek memanggil Sinta "Kak Alek ,Kaka gak apa apa kan , aku takut kak mereka terlihat sangat sangar" "Kamu gak usah khawatir Sinta, mereka berdua sudah kabur, tapi maaf ini kue kamu udah gak bisa lagi di jual sebaiknya kita buang aja!" Sinta terpaksa harus memotong untung jualan hari ini "Kamu kenapa sin , kenapa kamu malah melamun kaya gitu!" Alek melihat Sinta seperti kebingungan "Aku cuma bingung kak ,aku harus Menganti kue yang rusak ini , tapi ya sudahlah ini resiko aku!" Sinta memungut kue yang masih layak "Udah gak usah kamu pungut Sinta, itu udah kotor, sekarang kamu ikut saya" Alek menarik tangan sinta dan membawa ke mobilnya,"kak Alek kita mau kemana, kenapa kaka mengajak aku pergi" "Sudah kamu ikut aja ,aku mau beli kue di tempat kamu biasa ambil kue ,ini uang untuk Menganti kue kamu yang rusak tadi" Alek memberikan sejumlah uang "Gak usah kak , ini kesalahan aku jadi aku yang akan menggantinya , aku gak mau ngerepotin kakak!" Sinta merasa gak enak hati "Sudah terima aja sin, anggap aja ini rejeki dari Allah buat kamu , tapi aku sebagai perantaranya, udah sekarang kamu ambil !" Karena Alek memaksa akhirnya Sinta menerima uang tersebut Setelah sampai di toko kue yang biasa Sinta mengambil kue dagangannya, dia masuk dan memberi tahu pemilik toko "Bu asih ,ada yang mau beli kue ,ini orangnya" "Mana orangnya Sinta, silahkan mas ada berbagai macam kue basah yang kami jual , mas tinggal pilih aja! "Bu asih begitu bersemangat menawarkan dagangannya "Kalau begitu saya mau beli seratus buah lontong Bu , sekalian sama goreng itu," Bu asih segera membungkusnya , sinta juga membantu "Ini mas sudah selesai, totalnya tiga ratus ribu!" Kemudian Alek membayar semua, kemudian dia pergi sambil mengajak sinta "Sin ikut gue yu , sekarang Lo masuk kedalam mobil "Sinta hanya menurut Alek membawa mobil menuju sebuah kolong jembatan, saat Alek turun seorang anak pengamen jalanan berlari memeluk Alek "Kak Alek ,aku kangen banget ,Kaka kemana aja udah lama gak kesini , padahal kak Andri sering ke sini!" Anak tersebut memeluk Alek "Maaf ya Kaka sibuk belakang ini , kalian pasti belum makan , sekarang kalian makan ini dulu ya " Kemudian semua anak jalanan berkumpul dan mengambil makanan dari Alek , mereka terlihat sangat bahagia mendapatkan makanan dari Alek "Kak kenapa mereka kenal dengan Kaka , apakah Kaka sering ngasih mereka makan kak"Sinta gak menyangka kalau Alek sangat baik "Iya sin , aku punya keinginan mau membuat pantai asuhan buat mereka, aku dan adik tiri aku sedang berusaha agar bisa membangunnya" cinta terkejut mendengar perkataan Alek Sinta gak menduga di Balik glamornya penampilan Alek ternyata dia berhati baik , saat mereka sedang asyik makan , sekelompok satpol PP datang untuk menangkap para anak jalanan, semua lari karena takut , Alek maju menghadap satpol PP tersebut bersama Sinta BERSAMBUNG.......
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN