Drama Pagi

1148 Kata

Theo terusik dari tidurnya karena cahaya yang terlalu terang. Saat dia sadar dan membuka mata, pandangannya menyaru dan ada dentuman menyakitkan di kepalanya. Sebuah ringisan lantas lolos dari bibirnya yang terasa kering, Theo memejamkan mata kembali. Saat dirasanya dentuman menyakitkan itu tidak lagi terasa, dia membuka mata dan langsung dihadapkan pada langit-langit tinggi bernuansa klasik. Theo mengernyit, mencoba mengingat-ingat apa yang telah terjadi padanya sebelum ini. “Kamu sudah bangun?” ucap sebuah suara. Sontak Theo menoleh, dan kernyitan di dahinya semakin dalam ketika melihat Ran duduk di sofa. Kakinya ditekuk ke atas dan kedua tangannya dilingkarkan ke lutut. Dia menatap Theo dengan mata yang memerah dan sembab. “Ran? Apa yang—“ Saat itulah kemudian semua memori dari ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN