Setelah malam itu, Ran selalu berusaha menghindari Theo.Saat Theo datang terlambat untuk sarapan, Ran tidak berinisiatif untuk membangunkannya. Ketika mereka duduk di satu meja makan, Ran memusatkan dirinya pada makanannya, dan berbicara hanya ketika ditanya. Pada kesempatan tertentu, di mana mereka bisa saja membangun obrolan yang panjang, Ran malah menghindar dan menutup mulutnya rapat-rapat. Beberapa kali Theo kedapatan melirik Ran. Pria itu juga tidak mengatakan apa pun. Sehingga Ran pun sadar bahwa selama ini, dialah yang lebih sering bersuara. Ran terkadang akan menceritakan tentang kesehariannya pada Theo, tapi tidak pernah lagi. Menghindari Theo sepenuhnya memang mustahil, karena mereka tinggal bersama. Namun kini Ran merasa lebih mudah untuk mengalihkan pikirannya karena dia mem

