Ada satu hal yang selama ini sangat dibenci Ran pada kaum laki-laki, yaitu bagaimana mereka memaksakan kehendak pada perempuan seenak mau mereka. Saat Theo mendorongnya ke tembok, Ran terkejut bukan main. Dia bahkan hampir berteriak, tapi bibirnya langsung dibungkam oleh bibir pria itu. Namun, ketika Ran sadar bahwa yang ada di hadapannya adalah suaminya sendiri, kelegaan membasuh Ran, yang dengan cepat kemudian diikuti dengan perasaan berdesir seolah darahnya dipompa kencang oleh jantungnya yang berdetak cepat terasa sangat nyata. Tubuh Ran membeku, tapi kehangatan menyebar dari mana sentuhan paling intim itu berasal. Dan tanpa Ran sadari, dia membalas kecupan Theo, tepat sebelum pria itu menjauh dan menatapnya terkejut. “Aku ….” Theo terlihat kebingungan, memandang Ran seolah apa yan

