Bagian 51

1717 Kata

David masih berbaring di sana: bergeming menatap Rita dengan luka di kepalanya. Hingga detik itu, Rita masih melihat kekosongan di matanya, bertanya-tanya apa laki-laki itu masih bernyawa. Butuh keberanian besar untuk memeriksanya. Sementara itu, keheningan menjalar di setiap sudut ruangan. Langit gelap mengintip dari balik jendela. Lemari kayu, nakas, meja-meja, semua barang yang ada di dalam ruangan itu seakan ikut menatapnya. Yang paling mengerikan dari semua itu adalah kedua mata David yang setengah terbuka, mengarah langsung tepat ke wajahnya. Kegelapan mulai membanjiri seisi ruangan. Hanya tersisa cahaya temaram dari lampu di konter. Setiap detik yang berlalu rasanya terlalu menyiksa dan Rita mulai berhalusinasi seolah ia dapat mendengar suara nafasnya sendiri, atau suara detak jar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN