Acara berdansa telah selesai dan saat ini dilanjutkan dengan acara pelemparan bunga. Mathew menarik sang kekasih untuk berdiri di bawah panggung ketika wanita itu tengah sibuk memilih dessert yang tertata cantik di atas meja. Arianna mengerjapkan matanya ketika sang kekasih berdiri di hadapan nya dengan kedua tangan pria itu yang memegang erat kedua lengan atasnya. "Sayang, dengerin aku, nanti kamu harus nangkep bunga yang dilempar Harley, okay?" ujar Mathew memberikan perintah kepada sang kekasih menggunakan logat Indonesia nya mengingat mereka berdua lebih sering berbicara menggunakan bahasa Indonesia dibandingkan dengan bahasa Inggris. Arianna menganggukkan kepalanya dengan patuh yang membuat Mathew tersenyum, ia mengusap puncak kepala sang kekasih dengan sayang. "Pinter," ucap Mathew

