Feelling??

867 Kata

Keesokan harinya.. Anna bangun dari tidurnya, mengumpulkan kesadarannya dengan mengucek matanya. Ia tersenyum melihat cerahnya sinar mentari pagi yang menyambut dirinya. Ia pun akan bersandar pada kepala ranjang, tapi ia urungkan karena merasakan beban berat pada perutnya. Karena penasaran ia menyentuh perutnya dan melihat sebuah tangan kekar melingkar di sana, ia melirik si empunya yang masih tertidur. "Kapan aku bertemu lagi denganmu Thomas. Aku sangat merindukanmu." Lirih Anna pelan. Ia menyentuh wajah Tio yang terlelap. Ia sama sekali tidak marah dengan tindakan Tio yang memeluknya. Merasa tergangggu Tio membuka matanya dan terlihatlah Anna yang tersenyum padanya. 'Ah, dia sudah tidak marah lagi.' Batin Tio lega. Ia membalas senyuman Anna. "Sejak kapan kamu bangun?" Tanya Tio, ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN