AWAL YANG BARU

1270 Kata
"Gimana yah lokakaryanya, lancar kan semua," tanya rina yang saat itu mengemudikan mobil menjemput suaminya di bandara Andi memandangi istrinya, lengan istrinya yang tersingkap dibalik gamisnya terlihat begitu kontras, sepuluh tahun menikah, andi masih saja heran, kenapa lengan istrinya bisa putih mulus seperti itu.  "Loh ditanya malah diem, masa jet leg sih hihihi," ucap rina kemudian sambil melihat sekilas ke suaminya. "Eh..ya lancar bun, btw aku ketemu edwin disana," jawab andi. "Ohh mas edwin ikut juga toh," kata istrinya, andi hanya mengangguk. "ayah aku udah masak di rumah, aku tau ayah pasti laper ya kan," ucap rina. "Aku kayaknya lapar yang lain juga bun," batin andi.  Gairahnya perlahan semakin naik melihat leher istrinya yang mulus, melihat bibir istrinya saat bicara, terbayang bibir tebal pak frans melata di sekujur tubuh istrinya, api gairah mulai tersulut, "kenapa aku menjadi seperti ini," batin andi bingung. Sesampainya di rumah, andi segera menuju kamar, dan rina kemudian ke dapur menyiapkan makanan buat suaminya, sesaat kemudian rina masuk ke kamar mengajak suaminya makan. "Bun ayah pengen," ucap andi. Rina melihat kilatan aneh dimata suaminya itu, kilatan seperti mata harimau yang sedang menatap mangsa sebelum menerkam, rina agak bergidik " ih ayah kita makan dulu yuk, tuh udah bunda siapin, nant.." belum selesai rina menyelesaikan ucapannya, bibirnya di terkam oleh suaminya, gelagapan rina menerima serangan ini. Rina merasakan begitu berbedanya suaminya saat ini, andi menciumi bibir istrinya dengan ganas, dijilatinya leher rina, mulut andi menghisap leher samping rina. Rina juga mulai terpengaruh, gairahnya mulai muncul. Andi membuka gamis rina dengan terburu-buru, seolah tak sabar untuk segera menuntaskan birahinya yang tiba-tiba datang, mulutnya terus menyedot leher Rina. Setelah pakaian rina terbuka, andi mendorong rina ke kasur, rina kaget tiba tiba suaminya yang selama ini konservatif, kok sekarang jadi kasar. Rina semakin memuncak gairahnya ketika putingnya yang sensitive disedot dalam oleh andi, dengan nalurinya rina menekan kepala andi agar semakin intens menyedot putingnya. Sesaat menikmati gairah yang meninggi, tiba tiba rina kaget, p***s andi mulai masuk menerobos vaginanya, "Oohh jangan dulu ayah," bisik rina lirih, "aku dah gak tahan bun," Andi kemudian mengenjot Rina dengan cepat " tahan ayah, tahan sebentar lagi" bisik Rina. "Bun ayah mau keluar.." ucap andi sambil terus memompa penisnya ke liang senggama istrinya yang merekah kemerahan. "Tahan ayah, jangan keluar dulu..tahan," ucap Rina lirih, gairahnya baru mau mulai bangkit namun bagai api yang belum sempat besar tiba-tiba tersiram air, gairahnya kembali memudar saat suaminya kemudian ambruk. Rina hanya mendengus kesal "aku kira sudah jadi harimau, tapi ternayata masih kucing garong levelnya," batin Rina kesal. Rina kemudian memungut baju-bajunya yang berserakan, sebagai istri yang baik dia tak ingin menampakan kekecewaannya dihadapan suaminya, dia tetep bersikap baik. "Ayah yuk kita makan sekarang," andi hanya menggumam tak lama dia mendengkur. *** POV Andi Cerita Edwin tentang pak frans  semakin mengikis pelan-pelan akal sehatku, entah dari mana aku bisa menjadi anggota suatu forum dewasa, aku jadi rajin membaca postingan cuckold, yang menceritakan tentang suami yang mengizinkan istrinya selingkuh. Aku semakin larut dalam gairah sendiri, namun gairah itu hanya kusimpan untukku, aku blm pernah bercerita apapun tentang hal ini pada rina. Sikap pak frans terhadap rina juga masih dalam kewajaran, tak pernah dia kurang ajar pada istriku, begitu pula sikap pak frans  terhadapku di kantor, semua terlihat professional, tanpa sedikitpun dia bertanya menyerempet istriku. Namun setelah ku observasi selama 1 bulan terakhir ini, aku semakin yakin kalau pak frans  tertarik pada istriku. Aku terkadang pura-pura menyuruh istriku datang ke kantor mengantarkan dokumen yang sengaja kutinggal, terkadang mengundang pak frans makan di rumah, aku beralasan pada istriku ingin mencari hati bos. Setiap istriku datang ke kantor atau saat pak frans makan di rumahku, diam-diam aku selalu meperhatikan gerak gerik beliau, dan dari pengamatanku, aku yakin pak frans  tertarik pada istriku.  Ya Tuhan, kenapa aku jadi seperti ini, ya aku cemburu dengan itu semua, tapi cemburuku itu malah membuat aku jadi semakin gairah, perasaan cintaku kepada istri semakin kuat,. Sepuluh tahun perasaanku biasa-biasa saja, sekarang aku menyadari betapa cantiknya istriku saat pria lain menyukainya. ditambah lagi pengaruh cerita cukold yang k****a, semakin tenggelam aku dengan fantasi yang terlarang. Akal sehatku semakin hilang, aku mencari cara bagaimana agar istriku bisa menuruti fantasiku, kalau aku paksakan, dia pasti akan menolak mentah2. Aku mulai dengan bercerita tentang suami cukold yang k****a di postingan forum XXX, reaksi istriku terkesan jijik dengan semua yang kuceritakan, namun terus ku cekoki pikiran dia dengan cerita lain. Aku musti bersabar, kesabaran satu-satunya cara untuk merealisasikan fantasiku, ya, aku harus sabar.. *** POV Rina Ada apa dengan bang andi, kenapa akhir-akhir ini sering sekali mengajak aku bersetubuh. Selama 10 tahun pernikahan, intensitas hubungan intim kami hanya 4 kali dalam sebulan, tapi akhir-akhir ini bisa seminggu 4 kali bang andi menyetubuhiku. Kuperhatikan setiap aku bertemu atasannya waktu mengantar dokumen tertinggal, malamnya bang andi langsung menyetubuhiku. Begitu juga saat atasannya datang makan malam ke rumah kami, bang andi malamnya, langsung menarik diriku ke kamar dan menyetubuhiku. Namun sayangnya walau kuantitas meningkat, tapi kualitas tidak ada yang berubah, bang andi belum pernah membuat aku o*****e. Lalu kelakuan bang andi akhir-akhir ini juga tambah aneh, kenapa dia menceritakan suami yang mengizinkan istrinya selingkuh, aku gak mengerti, apa maksud bang andi. Apakah dia menyuruh aku selingkuh?, apakah dia merasa tidak bisa memuaskan aku, lalu memancing agar aku selingkuh?. Jangan jangan dia menyuruhku berselingkuh dengan bos nya? soalnya dia begitu penasaran bertanya pada ku tentang cara atasannya itu memandang diriku. Dan juga kenapa setiap aku bertemu pak Frans Wenda, bang andi menjadi begitu b*******h? tiba-tiba bang andi berubah menjadi harimau wannabe..hihihi aku geli mendengar kata2 ku sendiri harimau wannabe. *** 2 bulan kemudian Andi dan Rina sedang menonton televisi di rumah, sejak tadi rina merasa ada sesuatu yang ingin di bicarakan suaminya ini. "Ayah ada apa sih, televisi nyala, tapi pikiran ayah kayak mikirin sesuatu," tanya rina.  Andi kemudian menatap Rina "bun, ayah mau ngomong sesuatu," ucap andi.  "Mau ngomongin apa sih, kok serius amat kayaknya," tanya rina agak berdebar jantungnya. Andi kemudian mematikan televisi dan mengajak istrinya ke meja makan, mereka duduk berhadapan.  "Tapi bunda janji, apapun yang ayah mau omongin, bunda gak boleh bereaksi berlebihan ya," kata andi dengan tatapan serius ke rina.  Semakin berdebar jantung rina mendengar itu, dia mulai menduga-duga apa yang akan dibicarakan oleh suaminya. "Bun janji ya," tanya andi kemudian. "Baik bunda janji," jawab rina singkat, lalu andi mengutarakan semua yang dia ingin katakan saat itu. "APA..!!!, maksud ayah apa sih, bunda disuruh rayu pak frans buat karier ayah, apa ayah sadar ngomong ini," rina begitu marah mendengar ucapan suaminya tadi.  "Bun kan ayah dah bilang, bunda jangan bereaksi berlebihan, kan bunda tau sendiri pak frans menyukai bunda, mungkin kalau bunda rayu dikit, maksudnya kalau bunda yang omongin ke dia untuk bantu karier ayah mungkin bisa dia bantu," ucap andi merasa serba salah. "Ayah tega banget ya, aku ini istrimu yah, masa aku disuruh ngerayu lelaki lain, sungguh tega kamu," rina berkata sambal menangis dan kemudian pergi meninggalkan andi yang hanya tercenung. Andi tak lama masuk juga ke kamar, dia merasa bersalah pada istrinya, tak menyangka istrinya bisa semarah itu, perlahan dia berbaring disamping istrinya yang tidur miring memunggunginya. "Bun maafin ayah ya, ayah cuma prustasi bun, seperti bunda bilang karier ayah kaya gini terus, mandeg karena ayah gak ada koneksi, sekeras apapun ayah kerja, selamanya ayah gak akan mengisi jabatan fungsional, maafin ayah ya bun, ayah jadi nyakitin hati bunda," ucap andi lirih. Rina hanya diam mendengar kata-kata suaminya itu, dia tau suaminya orang baik, pekerja keras, gak pernah nakal diluaran, mungkin gara-gara aku yang ingin bang andi punya jabatan membuat dia prustasi. Tapi rina juga merasa ucapan andi di meja makan tadi menyinggung martabatnya sebagai seorang istri. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN