EPS. 24

1596 Kata

"Uhuk ... uhuk ...." Elang terbatuk cukup parah karena sejak bangun koma ia belum minum apapun. Mungkin tenggorokannya kering. Dara melepaskan tangannya dari genggaman Elang. "Bentar Bang, biar aku ambil minum." Dara yang hendak pergi ditahan oleh Elang. Wanita itu disuruh kembali duduk. "Jangan pergi," ucapnya dengan mata binar. "Cuma ambil minum buat Abang." "Nggak mau minum, maunya kamu tetap di sini." Mendengar itu pelupuk mata Dara mendadak penuh dengan air. Ia menggigit bibir bawahnya lalu tertawa pelan. Ia menangis bahagia kali ini. Untuk pertama kalinya Elang berkata semanis ini. Hati Dara seperti dipenuhi jutaan kelopak mawar, sungguh semuanya terasa seperti mimpi. Tangan Dara ditarik perlahan agar mendekat dengan Elang. "Dek," panggil Elang. "Iya? Kenapa Bang?" "Kamu mau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN