16. Kontrak

1131 Kata

Bagus Handoko tak terkejut lagi dengan sikap Azzura, mereka memang sering ribut sepeti ini. Masalah apapun akan jadi ribut. "Ayah berhak menolak kalau calon itu tidak berkualitas," ucap Bagus Handoko. "Kualitas yang dimaksud bukan hanya sekedar materi tetapi dari segi kepribadian, bagaimana?" negosiasi Azzura. Bagus Handoko memicingkan mata, siap dengan ledakan keduanya. "Tenangkan diri Ayah, kalau tidak Ayah akan kena stroke. Ingan tensi Ayah tinggi," ucap Azzura. Bagus Handoko menarik napasnya. Setuju dengan ucapan Azzura yang menyebalkan itu. Dia memegang lehernya, berat, dan mencoba mengatur napas. Sangat berat sekali melawan anak pertama perempuan yang cerdas. Susah diatur malah dengan mudah balik mengatur. "Jangan buat malu keluarga dengan memasukan orang tidak berkuali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN