17. Kehidupan Baru

1044 Kata

"Kita makan dulu di rumahku sebelum kuantar ke aparteman," ucap Ghani saat memarkirkan mobilnya di garasi kecil. "Oke," ucap Rumi tak merasa canggung. Rumi menatap rumah minimalis Ghani. "Ayo," ajak Ghani turun. Saat mereka turun, suara ribut terdengar dari dalam. Suara dua anak kecil bercampur dengan omelan seorang perempuan. "Ya Tuhan, Raka, Riki! Udah Mom bilang jangan berkelahi di dalam rumah. Gelasnya jadi pecahkan!" teriak Lita, istri Ghani. Rumi memandang Ghani, "Makanya kuajak ke sini dulu. Aku juga ingin berbagi kepusingan denganmu," ucap Ghani sambil tertawa. Begitu pintu dibuka, pemandangan khas rumah dengan balita menyambut mereka. Ruang tamu penuh dengan bantal berserakan, dan dua anak kembar, Ghani, Raka dan Riki, berlarian sambil melompat di atas tumpukan banta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN