Langkah Rumi berhenti di sebuah ruang pertemuan di salah satu hotel. Pikirannya dipenuhi tanda tanya, mengapa pertemuan ini harus diadakan di sini? Biasanya, urusan bisnis seperti ini dilakukan di kantor. Rumi sekali lagi mengecek pesan dari Azzura untuk memastikan waktu dan tempat tidak salah. Rumi lalu membuka pintu setelah yakin semuanya benar. Saat memasuki ruangan, ia langsung melihat Azzura sudah duduk di ujung meja, tampak profesional dalam blazer putih. Wajahnya selalu cantik dengan make up tipis dan tatanan rambut terurai sepinggang yang tak pernah berubah sejak jaman sekolah. "Kamu udah datang?" tanya Azzura mendengar pintu terbuka. Rumi masuk, ia baru menyadari kalau Azzura ternyata tidak sendiri. Ada Nastiti sedang berdiri melihat pemandangan dari jendela. Nastiti lalu

