55 "Jangan pernah coba-coba untuk bercerai, Na. Sampai mati pun ayah nggak akan ngizinin!" seru Harja Harimurti sembari memelototi putri keduanya, yang duduk di sofa seberang sambil menunduk. "Sebentar lagi kamu bakal jadi seorang ibu, anakmu butuh sosok ayahnya. Kamu egois kalau memisahkan anak dari ayahnya, apalagi bila ayahnya itu masih hidup dan ada di dekatnya," lanjut pria paruh baya tersebut dengan napas tersengal-sengal menahan emosi. Hanna mengusap punggung suaminya, mencoba menenangkan hati pria tua tersebut yang tengah berapi-api. Hanna paham dengan kegundahan hati sang putri, tetapi ucapan suaminya juga ada benarnya. "Na nggak bermaksud untuk memisahkan, Yah. Kami ... tinggal berdekatan. Jadi anak nantinya akan tetap bisa bersama papanya," sahut Ivana mencoba membela di

