63 "Kenapa harus pindah?" tanya Elang, sesaat setelah Dahayu selesai bercerita. Saat itu mereka tengah berada di kantin rumah sakit untuk menikmati hidangan sore hari yang santai. "Aku nggak mungkin bisa kuat bila sering bertemu dengan mas Zayan," jawab Dahayu dengan jujur. "Tapi bila kami jauh, otomatis akan jarang bertemu dan itu bisa membantuku untuk melupakannya," imbuhnya dengan suara pelan. "Apa ... aku tidak bisa diberikan kesempatan untuk membantumu move on?" Dahayu menggeleng pelan. "Untuk saat ini tolong biarkan aku menata hati dan kehidupan yang baru, Mas. Setelahnya baru kita pikirkan lagi." Elang mendengkus dan membuang pandangan ke arah lain. Hatinya yang kemarin melambung melihat kedekatan Dahayu dan keluarganya, kini terhempas kembali ke dasar jurang. Kepergian D

