52 Bunyi barang-barang yang pecah terdengar sambung-menyambung dari ruang kerja Zayan, yang terletak di sudut kiri rumah. Dahayu yang terduduk di sofa ruang tengah hanya bisa menutupi wajahnya yang basah oleh air mata, sedangkan tubuhnya terus bergetar. Di sebelahnya, Mbok Ani memeluk Dahayu. Kedua perempuan itu masih syok dengan kejadian yang tengah berlangsung di ruang kerja. Eko, sang sopir dan Miswar, asisten rumah tangga yang mengurusi halaman dan bersih-bersih rumah hanya bisa terdiam di ruang makan. Mereka saling beradu pandang, bingung hendak melakukan apa karena baru kali ini mendengar Zayan mengamuk. Kala suara itu akhirnya berhenti, Dahayu segera berdiri dan jalan menuju pintu. Menggedor benda besar ber-cat cokelat itu sambil berteriak memanggil Zayan. Air mata masih tak pu

