Pertahanan Runtuh

1863 Kata

53 Raut wajah pria tua itu berubah menjadi sendu ketika Dahayu tiba dan menyalaminya dengan ragu-ragu. Perempuan berjilbab hijau itu hanya menyentuhkan ujung hidung ke punggung tangan Firman Hatim, seolah-olah enggan untuk berlama-lama menyalami sang mertua. Sesaat hening, keduanya sama-sama menyibukkan diri memperhatikan daftar menu di tangan. Setelah selesai memesan, Firman Hatim berdehem dan bersiap untuk memulai percakapan dengan menantu perempuan pertamanya tersebut. "Ayah mengundangmu ke sini untuk ... meminta maaf, Dahayu," ucap pria tua itu dengan suara pelan. "Keegoisan ayahlah yang menyebabkan rumah tanggamu hancur," lanjutnya dengan mata yang mengabut. Dahayu menggeleng pelan. "Ayu juga minta maaf, Yah. Telah bicara kasar sama Ayah tempo hari," sahutnya seraya memaksakan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN