Matahari pagi menyinari planet bumi dibagian asia tenggara yang bernama negara Indonesia beribukota Jakarta.
Dikota Jakarta ada sebuah perusahaan yang bernama Hight Grub, merupakan perusahaan yang besar dikota Jakarta,disanalah bekerja seorang lelaki tampan Dan berbadan Bagus atau seringkali kita nama dengan tubuh sixpack..
Ya dialah yang bernama Ray Anggara,seorang office boy disebuah perusahaan High Grub..
"Hay Ray,kamu udah makan belum,ini udah waktunya makan siang"ucap salah satu karyawan perusahaan wanita menyapa Ray...
Ketampanan serta tubuh yang ideal banyak membuat wanita yang berada diperusahaan tersebut terpesona..
"Iya mbak mita, sebentar lagi nanggung nih kerjaan hampir siap"sambil mengulurkan senyuman mautnya, sehingga membuat mita klepek klepek..
"Ray sapa seorang wanita sekitar berumur 40 an"
"Iya buk"jawab Ray menyapa kembali..
"3 hari lagi ibu Presdir akan datang keperusahaan ini,jadi kamu segera pergi keruangan Presdir untuk membersihkan dan merapikan ruangan tersebut.."kata wanita itu..
Dialah Diana seorang wanita single Peren yang menjabat sebagai wakil presdir diperusahaan Hight Grub.. selama ruang presdir kosong dialah yang mengurus perusahaan High Grub..
"Baik buk.. setelah makan siang aku akan membereskan ruangan Presdir.."jawab Ray dengan senyuman Wajah tampannya..
Ketika Ray sedang makan siang, ada seorang karyawan wanita diperusahaan tersebut yang suka berdandan serta berjalan agak kecentilan mendekati Ray.
"Hy Ray, Kamu lagi makan siang ya.."panggil wanita tersebut..
"Iya mbak dini,ini aku lagi baru mau makan"balas Ray dengan senyumannya
"Aduh masak panggil mbak sih, panggil darling dini"ucap dini yang membuat Ray hanya membalas senyumannya dengan perkataan dari dini..
Disisi lain, seorang wanita Cantik yang baru keluar dari airport dengan anggunnya menuju ke orang yang sedang menunggunya.
Ya dialah Cindy Aulia seorang gadis cantik dengan tubuh yang indah bak dewi turun dari kahyangan.
"Ayo pak langsung jalan pulang"ucap Cindy kepada sopirnya bernama pak ujang..
"Neng gak beli oleh-oleh dulu untuk nyonya"Tanya pak ujang mengingatkan cindy
"Nanti kita berhenti di supermarket untuk beli oleh-oleh untuk ibu Sama ayah"balas cindy..
Didalam perjalanan pulang,pak Ujang dan Cindy terjerat dengan kemacetan, sehingga sudah pukul 8 malam dia belum sampai dirumah..
Ketika sedang terjebak dengan kemacetan ,tanpa sengaja Cindy melihat seseorang lelaki yang dia kenal berjalan masuk kedalam sebuah cafe.
"Pak ujang pulang duluan aja,saya ada perlu bentar sekalian bawa barang barang ku.."teriak Cindy kepada pak Ujang Sambil meninggalkan mobilnya yang sedang terjebak macet..
"Ehh non mau kemana"teriak pak ujang dengan keras melihat nona cantiknya pergi Sambil melambaikan tangannya.
Cindy pun pergi ke cafe dan langsung masuk kedalam cafe,disana Cindy melihat banyak muda mudi perpasangan yang sedang asyik berpacaran didalam cafe tersebut..
"Perasaan aku tadi melihat dia masuk kesini"guman Cindy dalam hati..
Gadis cantik tersebut segera berjalan lebih dalam sambil memeriksa keadaan sekitar,tak banyak pula kaki kaki yang berada didalam cafe melihat Cindy dengan wajah terpesona dengan kecantikannya..
Setelah melihat sekeliling,mata Cindy tertuju dengan dua orang muda mudi yang sedang asik bermesraan.
"Bram..."teriak Cindy sehingga membuat lelaki yang dipanggilnya menoleh kearah Cindy.
"Cindy kapan kamu datang"dengan cepat Bram melepaskan pelukannya kepada wanita yang ada disebelahnya..
"Jadi ini kerjamu ketika aku tidak ada di sini,dasar lelaki b******n"teriak Cindy dengan keras kepada Bram..
"Cindy aku bisa jelasin "Bram dengan nada ketakutan dan cemas karena ketahuan selingkuh oleh Cindy..
"PALKKK"Bunyi suara tamparan yang mendarat disebuah pipi Bram..
"Lelaki biadab"setelah menampar Bram,Cindy segera pergi dari cafe dengan air mata yang menetes diwajah pipi manisnya..
Bram hendak mengejar Cindy tapi dengan cepat wanita selingkuhannya memegang tangannya untuk memberikan penjelasan..
"Bram itu siapa? kenapa wanita itu menamparmu"
Mendengar pertanyaan yang dilontarkan wanita selingkuhannya, Bram hanya diam dan mencoba melepaskan tangannya dari wanita tersebut dan segera mengejar Cindy..
Tapi ketika Bram sudah berada diluar cafe untuk mengejar Cindy, ternyata Cindy sudah naik kedalam taxi,dan taxi tersebut langsung berangkat meninggalkan area cafe tersebut..
"Siall"ucap Bram dengan nada kesal..
Sementara itu, didalam mobil taxi Yang sudah jauh meninggalkan cafe tempat Cindy mempergoki Bram selingkuh,sopir taxi sempat bingung dan mulai bertanya kepada penumpangnya..
"Maff non, tujuannya kemana ya,dari tadi mobil ini jalan gak tempat yang dituju.."
Tanya sopir taxi kebingungan kepada penumpangnya..
"Udah pak,saya turun disini saja"ucap Cindy Sambil memberi uang satu lembar seratus ribu rupiah..
"Wahh maff non,gak ada kembaliannya"tolak sopir taxi tersebut.
"Udah ambil aja kembaliannya"setelah memberikan uang tersebut kepada sopir taxi tersebut, Cindy segera pergi dari mobil taxi dan pergi berjalan menjauh kemana yang dikehendaki kakinya..
Ketika sudah merasa lelah berjalan, Cindy melihat sebuah kursi disampingnya dan segera duduk di sana untuk melepaskan penatnya ketika berjalan tadi..
"Dasar lelaki s****n, pendusta,tukang selingkuh,semua lelaki tidak biasa dapat dipercaya.."teriak Cindy dengan keras tidak mempedulikan area sekitar..
"Kalau semua laki-laki b******n bararti ayah mbak Juga termasuk dong"tiba tiba Cindy mendengar ada suara yang berbicara didepannya sehingga membuat Cindy kaget dan hampir terjatuh.."
"Aduh mbak hati hati ntar jatuh dari kursi saki loh.."ucap lelaki didepannya dengan senyuman dibibirnya..
Dengan mencoba menenangkan dirinya, Cindy segera melihat wajah lelaki tersebut dan berguma sendiri didalam hatinya.."Tampan Juga nih cowok.."
'Maaf mbak, tadi kenapa mbak menyalahkan kalau semua laki-laki jahat, berarti ayah mbak juga jahat dong "Tanya pria tersebut membuat cindy terbangun dari lamunannya..
"Siapa sih kamu,pengin tahu aja urusan orang..!"bentak cindy dengan wajah kesal.
"Heheh..lagi diputusin pacarnya ya mbak,apa diselingkuhi.."tanya lelaki itu tertawa..
"Pengin tahu aja"kesal Cindy sambil menolehkan wajahnya tanda tidak peduli dengan lelaki tersebut..
"Nihh mbak air mineral, menurut penelitian, kalau air mineral ini bisa menghilangkan stress orang yang lagi galau "ucap pria itu sambil menyodorkan air kepada Cindy..
"Sok tahu kamu" tanpa pikit panjang karena kehausan berjalan dari tadi,Cindy dengan cepat langsung mengambil air itu ditangan pria tersebut..
"Mbak gak takut kalau air itu saya kasih obat"ucapan dari pria tadi membuat Cindy menyemburkan air yang ada dimulutnya..
"Hahahahahahaah.."ketawa pria tersebut melihat tingkah lucu cindy"minum aja mbak saya cuman bohong kok,itu air belum saya apa apain,masih orisinil.."tawa lelaki itu pecah,sambil melihat mata melotot cindy..
"Saya Ray Anggara"ucap pria itu mengajak Cindy kenalan.
Pertama Cindy agak kurang berani untuk membalas berkenalan dengan orang asing,apa lagi orang ini datang secara tiba-tiba..
Tapi dengan tingkahnya membuat Cindy percaya, kalau Ray bukan orang jahat.
"Saya Cindy Aulia"balas cindy sambil mengeluarkan senyuman manisnya.
"Sudah malam begini Mbak berani keluar Sendiri,apa mbak gak takut nanti ada orang yang berniat tidak baik sama mbak,apa lagi mbak ini cantik"ucapan ceplas-ceplos Ray membuat Cindy kaget dan tersipu malu karena dibilang cantik oleh Ray..
Cindy hanya menanggapi dengan senyuman dan tidak membalas komentar.
"Malam begini gak ada taxi atau angkot,mbak mau saya antar pulang"jawab Ray dengan santainya.
"Haaaaa"Cindy pun kaget tiba-tiba Ray mau mengantar dia pulang,
"Tapi benar juga ya, udah malam gini mana ada taxi"ucap Cindy dalam hati sambil melihat situasi jalan yang sudah mulai sepi..
"Kamu gak bawa saya kemana mana kan,dan langsung mengantar saya pulang serta gak macam-macam sama aku kan"tanya Cindy seperti mengancam..
Ucapan Cindy membuat Ray ketawa sampai ngakak, "emang aku ini cowok apaan "tanpa peduli lagi Ray segera menaiki motornya dan menoleh kearah Cindy yang masih duduk di kursi jalan..
"Loh kok masih duduk di sana,ayo naik,mau saya antar pulang gk, kalau lama saya tinggal loh.."gertak ray membuat Cindy ketakutan kalau-kalau ditinggal sendirian disini...
Dengan cepat cindy pergi menghampiri Ray dan segera menaiki motor ray,dan duduk dibelakangnya..