Diperjalanan pulang kearah rumah,Cindy entah kenapa terasa bahagia, sampai dia melupakan kejadian tadi yang membuat dia sedih.
Rambut yang panjang dan hitam melayang layang terangkat diterbangkan oleh angin malam..dan tak lupa pula membuat Cindy mengangkat kedua tangannya sambil merasakan hembusan angin malam kota Jakarta..
"Kamu sepertinya sangat bahagia"ucap Ray sambil mengendarai motornya.
"Ya..aku tidak menyangka kalau berkendara dengan motor terasa sangat sebahagia ini"
Ucapan cindy membuat Ray bingung..
"Apa Kamu tidak pernah menaiki motor?" tanya Ray kepada Cindy, yang hanya dibalas dengan menggelengkan kepalanya,,dan kembali menikmati hembusan angin malam.
"Dasar anak orang kaya"sindir Ray dengan pelan,agar tidak terdengar oleh cindy.
Motor Vario milik Ray mulai memasukkan kawasan rumah mewah, yang membuat Ray kaget tanda tidak percaya.
"Kamu yakin rumahmu disini,ini merupakan rumah golongan orang kaya.."ucapan dari Ray membuat Cindy geleng-geleng kepala..
"Kamu ini aneh, masak rumahku sendiri aku sampai salah."
Ketika hendak memasuki gerbang dikawasan rumah elit tersebut,motor ray dihentikan oleh petugas penjaga gerbang disana..
"Maff anda mau perlu apa disini,jika tidak memiliki surat izin masuk,maka kalian tidak diizinkan masuk "
Ucapan dari petugas penjaga gerbang memang benar jika orang asing masuk kawasan rumah elit harus ada izin, sehingga membuat Ray tak perdaya.. dipikiran kepala Ray bagaimana mungkin dia yang seorang miskin ini di izinkan masuk kedalam kawasan mewah ini..
"Halo pak Ujang jemput aku digerbang sekarang"Ray menolehkan wajahnya kaget mendengar telpon dari Cindy, kenapa tidak dia seolah olah memerintahkan sopirnya menjemputnya..
"Kamu gak mempermainkan aku kan, kalau rumah mu disini "
Cindy tidak mempedulikan perkataan dari Ray,dia hanya menunggu saja agar ray tidak banyak tanya lagi..
Dari dalam kawasan rumah mewah tersebut, datang sebuah mobil mewah menghampiri Cindy diluar gerbang..
"Non Cindy ayo masuk"panggil pak ujang memarkirkan mobilnya sambil memerintahkan panjaga untuk membuka gerbang tersebut..
Cindy segera pergi masuk kedalam mobil yang sudah dibawa oleh pak Ujang,dan tak lupa ia mengucapkan terimakasih kepada Ray..
"Terimakasih ya kamu sudah mengantar aku pulang"ucap Cindy sambil melambaikan tangannya kearah Ray..
Ray hanya tersenyum menyambut lambaian tangan dari Cindy dan melihat dia masuk kedalam mobil, serta meninggalkan area tersebut pergi memasuki area mewah tersebut.
"Siapa itu non,kok pak ujang baru lihat lelaki itu?"Tanya pak ujang penasaran,sebab selama ini dia tahu bahwa teman temannya Cindy merupakan orang-orang kaya, sedangkan ray terlihat Dimata pak ujang hanya orang miskin..
"Udah pak ujang gak perlu tahu,yang jelas cepatan sampai dirumah,aku mau istirahat capek.."
Pak ujang hanya diam dan tidak berani bertanya lagi tentang Ray..
"Mah pah Cindy pulang"Teriak cindy memanggil mama sama papanya..
"Kamu kemana aja, bukannya kamu tadi ketika keluar dari airport sama pak ujang?, terus kenapa pak ujang pulang sendirian..?"
"Tadi ada perlu mah,jadi Cindy suruh aja paj ujang pulang duluan.."jawab Cindy dengan santai seperti tanpa masalah..
"Ya sudah kamu mandi sana, habis itu makan."
"Gak usah mah, Cindy capek mau langsung istirahat aja"
Cindy pun langsung pergi menuju kearah kamarnya yang berada dilantai atas., ketika didepannya sudah terlihat kasur kesayangannya dia langsung merebahkan tubuhnya yang lelah diatas kasur tidurnya..
***
Sinar cahaya pagi hari sudah menunjukkan sekitar pukul 7, terlihat seorang lelaki sedang membereskan peralatan yang ada diruangan kamarnya..
Dialah Ray seorang office boy Tampan yang hanya tinggal disebuah kos kosan kecil yang hanya disewakan 300 ribu perbulan...
Hari ini Ray dapat kerja masuk jam 11, Sehingga dia bisa lebih santai di kosannya,bahkan dia juga bisa membereskan tempat tidurnya dulu Sambil menunggu jam kerjanya..
Sementara di rumah yang mewah Cindy masih juga terlelap tidur dikamarnya..
"Sayang bangun ayo serapan dulu,mama sudah siapkan kamu makanan"
Belaian tangan mama Cindy sangat lembut mencoba membangunkan anaknya dengan mengusap rambut Cindy yang sedang masih tidur..
"Nanti aja ma, Cindy masih ngantuk nih ma, karena baru pulang dari Amerika.."
Mama Cindy hanya senyum dan berhenti mengusap rambut Cindy.
"Iya sayang mama tahu,mama sama ayahmu hanya tidak mau kamu terlalu lama tinggal disana, takut nanti jadi pergaulan bebas karena tidak ada yang memerhatikan kamu.."
Tapi Cindy hanya diam sambil melanjutkan tidurnya..
"Ohh ya bukankah kamu ada pacar disini ya, kenalin Sama kami dong sayang,papa sama mama ingin melihat pria pilihan kamu?"
Sontak Cindy langsung kebangun dari tidurnya karena mendengar perkataan dari mamanya..
"Udah mati ma ditabrak mobil'jawab Cindy kembali merebahkan badannya untuk melanjutkan tidurnya..
Mama Cindy hanya tersenyum melihat tingkah laku anak cantiknya tersebut,sambil pergi meninggalkan kamarnya..
"Loh Cindy mana ma,dia gak ikut serapan!"teriak papanya ketika melihat mama Cindy turun tangga dari kamar putrinya..
"Dia dikamar pa, katanya masih ngantuk"jawab istrinya dengan santai sambil menemani suaminya serapan dimeja makan..
"Aduh tu anak bagaimana caranya dia bisa menjadi seorang istri kalau jam segini masih tidur"
Kesal melihat putrinya udah jam 7 lewat dia masih tidur nyenyak dikamarnya..
"Nanti setelah dia bangun suruh cindy menemui papa diruang kerja" ucap suaminya kepada istrinya yang langsung dianggukan tanda mengerti..
Walaupun papa Cindy tidak kekantor,dan kerja kantor untuk sementara ini dikerjakan oleh meneger terpercayanya yaitu Diana.
Tapi papa Cindy tetap tidak bersantai dirumahnya... didalam rumahnya dia Sudah membuat ruangan kerja pribadinya supaya dia bisa tetap menghendel kantornya..