19. Dua Istri.

1052 Kata

"Kalian mau begituan disiang hari?" Ibu bertanya sambil memandang kami bergantian. Aku dan mas Guntur langsung sadar bahwa kami sedang berpelukan erat, mas Guntur salah tingkah ingin melepas tangannya yang melingkar di pinggangku tapi aku menyadarinya dan aku langsung gerak cepat, aku yang memeluk tubuh mas Guntur. "Rencananya iya, tapi kalian datang mengganggu, kenapa sih Bu, masuk kamar anak yang sudah punya istri tidak mengetuk pintu dulu, minimal ucap salam lah." ucapku lembut dan mendayu, pelukanku semakin ku kencangkan dan aku mulai nakal dengan menempelkan kepalaku pada d**a mas Guntur. Demi membuat hati mertuaku dan maduku panas, aku sengaja bermesraan di depan mereka. "Ish! Jijik, tidak sopan!" Firli menutup matanya seolah enggan melihat kemesraan kami, dasar ipar munafik, pad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN