"Anak, karena ini pekerjaan orang besar, ko duduk jauh-jauh dari pohon sagu e, ini tidak bisa anak kecil yang kerja. Jadi nanti Kaka Liben yang temani ko duduk di sana," ujar Pace sambil menunjuk ke arah sebuah pohon sagu bekas yang telah ditebang. "Ok, Pace." Amir mengangguk setuju. Dia tahu bahwa pekerjaan menebang pohon sagu yang besar itu merupakan pekerjaan orang dewasa, tidak mungkin dia bisa menenang pohon itu, apalagi dengan golok mini miliknya yang sangat kecil di genggaman orang dewasa. Ah, sebuah pisau kalau digenggam oleh orang dewasa. Liben memegang tangan Amir dan mereka berjalan ke tempat yang dimaksud. Amir dan Liben duduk jauh dari Pace dan yang lainnya. Jarak antara Amir dan pohon sagu yang akan ditebang kira-kira sejauh tiga puluh meter lebih. Pace harus memastikan b

