Pagi-pagi jam enam, Mace dan yang lainnya sudah bangun. Hal pertama yang dilakukan oleh Mace adalah pergi ke kamarnya dan melihat keadaan Amir. Mace memeriksa daun obat yang membungkus badan Amir. "Kering, berarti ini anak benar-benar sakit," ujar Mace iba. Dia mengusap sayang kepala anak angkatnya. Melihat Amir yang masih tertidur pulas, Mace membiarkannya saja. Kemudian Mace dan para Mace lainnya menyiapkan sarapan atau makan pagi yang sederhana. Tidak banyak makanan, sebab kemarin mereka tidak sempat mencari sayur atau mencari umbi. Pace membuka mata dan duduk. Dia melirik ke arah Naufal. Ayah dari anak angkatnya itu baru saja membuka mata. Naufal ikut bangun dari tidur dan berkata pada Pace. "Mungkin karena tidur terlalu larut, jadi bangun agak kesiangan," ujar Naufal. Pace men

