Wajah Lina terlihat iba pada Amir. Setelah badan Amir dikompres dengan air hangat, Mace dan Mamade Yona membungkus badan Amir dengan daun obat yang direndam dengan santan panas lalu melapisnya dengan kain dan diikat agak longgar. Hal ini membuat Amir seperti mumi hidup. "Sakit?" tanya Lina. Amir menggeleng. "Kata Eyang Ran, jangan menangis, karena laki-laki tidak boleh menangis, jadi ini tidak sakit," jawab Amir. Mata Naufal memerah, dia membawa sang anak ke dalam pelukannya lalu mengecup ubun-ubun Amir. "Amir tidak pernah menangis, meskipun kemarin anak babi hutan menanduknya," ujar Pace. Amir melirik ke arah Pace. "Pace, Om Yoke dan semua yang ajar Amir berburu, jadi Amir jago berkat Pace, heheheh." Amir memperlihatkan deretan giginya. Mace tertawa pelan namun dia menghapus air ma

