"Mace, ayam belum masak kah?" tanya Amir melihat ke arah tungku pemanggangan ayam. "Sabar Anak, sebentar lagi sudah masak ini, tunggu balik satu kali lai sudah bisa makan," jawab Mace. Mace mengolesi minyak goreng yang diberikan oleh kerabatnya. Jarang sekali mereka memasak makanan dengan minyak goreng. Di hutan pedalaman ini, mereka hanya makan makanan sederhana yaitu dibakar atau direbus. Hanya karena untuk Amir, mereka merelakan minyak goreng itu. "Huum, haruuuum!" Amir menghirup dalam aroma ayam panggang. Mace tersenyum penuh rasa sayang ke arah Amir. "Ah, sa pung anak sudah lapar, tunggu sedikit lagi anak e," ujar Mace. Amir mengangguk patuh. Balo menoel tangan Amir. "Amir, betul kah besok ko mau pulang?" tanya Balo. Amir melirik ke arah Balo, dia mengangguk. "Pace bilang b

