Mamade Yona berlari sekuat tenaga, Amir tidak terasa berat di dalam gendongannya. "Bapa! Bapa! pemberontak datang! pemberontak datang!" di sepanjang pelarian Mamade Yona, dia berteriak keras hingga menarik perhatian orang-orang. Begitu mereka mendengar teriakan Mamade Yona, orang-orang buru-buru berlari menjauh dari tempat tinggal mereka, namun sayangnya, pasukan pemberontak telah mengepung dari segala arah. "Tuhan! Bapa!" Mamade Yona masuk ke dalam rumah Pace. Wajah Mace berubah pucat pasi setelah melihat banyak orang dengan *s*****a laras panjang mengepung tempat tinggal mereka. Pace yang sedang memperbaiki alat berburu dan alat untuk mengamankan diri itu terkaget. Niatnya peralatan itu akan digunakan untuk jaga-jaga nanti pada saat turun ke kota mengantarkan Amir. Mace buru-buru

