"Apa?!" mata Hans seperti akan jatuh menggelinding ke tanah setelah mendengar ucapan Enem. Hans memegang bahu Enem dan menggoyangkan badannya. "Enem, ko bicara apa ini? sapa yang dapa sandra?!" (Kamu bicara apa ini? siapa yang disandera?) Enem menjawab, "Dari kelompok pemberontak yang sebarkan kabar bahwa mereka sandera Bapa Yakob dorang, sa tra bohong. Mereka ingin tukar sandra dengan dong pung ketua kelompok." (Dorang = mereka. Saya tidak bohong. Mereka ingin tukar sandera dengan ketua kelompok mereka) "Tuhan!" Martius terlihat tegang, dia seakan tak percaya apa yang dikatakan oleh Enem. "Bagaimana bisa seperti ini? tadi tong keluar rumah ada baik-baik saja, sampe di sini belum tarik napas segar lai su dengar kabar begini!" ujar Martinus syok. Wajah Hans terlihat pucat pasi, dia

