Mata Balo bagaikan orang yang kesurupan kejang-kejang saat memasuki rumah Amir. "Amir, ini betul kah ko pung rumah?" tanya Balo ke arah Amir yang sedang menunjuk jalan masuk. (Amir, ini betul rumahmu?) Amir mengangguk dan menyahut, "Betul Kaka Balo, ini rumah Amir." "Ko tra tipu toh?" tanya Balo seakan tra percaya. (Kamu tidak bohong kan?) Amir menggeleng. "Tidak, Kaka Balo. Untuk apa Amir tipu? nanti Allah marah," jawab Amir. "Tuhan e, Bapa di Sorga, dikuduskanlah nama-Mu, kalau begini saya juga ingin jadi kaya. Amir, bagi ko pung harta sedikit untuk sa-aoh!" (Bagi sedikit hartamu untukku) Kletak! Mamade Yona menjitak kepala anaknya. "Taruh ko pung mata itu di jalan, jang lia kiri kanan, jalan ka mana itu? lewat sini!" Mamade Yona melotot ke arah Balo yang ternyata tidak seja

