66. Hukuman Ternikmat

1762 Kata

"Hu-kuman?" Dahlia terperanjat, berharap dia salah mendengar. "Iya, hukuman," jawab Arya tenang. 'Hangat.' Itu yang dirasakan Dahlia ketika bibir mereka menempel. "Cup!" Arya mengulum singkat bibir istrinya, yang sudah membuat Dahlia memejamkan mata. Arya menyeringai, "Tapi sayang bukan ini hukumannya, Sayang. Jangan kecewa, ya." Arya kembali duduk di kursi kebesarannya membiarkan Dahlia yang masih melongo. Entah karena kecewa ciumannya tidak berlanjut, atau terheran dengan apa yang Arya ucapkan. "Ini!" Arya menyodorkan sebuah benda mirip ATM ke hadapan istrinya. Dahi Dahlia mengerut mencoba memahami apa maksud suaminya itu. "Ini apa?" Pandangan Dahlia beralih ke arah suaminya, dia masih belum mengerti untuk apa Arya menunjukkan benda itu. "Kamu bisa jalan-jalan atau belanja. Ajak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN