*Dahlia PoV" "Kamu pulang duluan aja, Sa. Aku ada urusan sebentar." Ada sesuatu yang mengganjal dari tadi. Aku harus menghampirinya, sepertinya ibu itu butuh bantuan. Aku terus berjalan ke arah wanita paruh baya yang sepertinya sedang kebingungan karena mobilnya mogok. Dari tadi dia hanya mondar-mandir di depan kap mobilnya. Sesekali membuka kapnya itu. Terkadang juga menempelkan gawai di telinga, seperti mencoba menghubungi seseorang. Dilihat dari raut wajahnya yang cemas dan bingung, tampaknya belum ada yang bisa dihubunginya. Aku harus bertanya, siapa tahu memang sedang butuh bantuan. Kutinggalkan Sarah yang sedang menunggu taksi datang dan tak kuhiraukan lagi panggilannya tadi. Bukannya nggak mau menengok , tapi ada hal yang benar-benar menggelitik jiwa remajaku dulu. Ketika aku

