Delapan belas tahun yang lalu Seorang anak laki-laki berusia sepuluh tahun sedang cemberut di kursi belakang sebuah mobil. Tangannya bersedeku, tampaknya ada yang tidak sesuai dengan hatinya. Matanya terus melihat sesosok pria dewasa yang sedang berbincang dengan pria dewasa lainnya. "Tuan ... Tuan makan dulu, ya." Seorang wanita dewasa terus membujuk ke arah anak laki-laki itu. Sedari pagi dia tidak mau makan. Wanita dewasa itu terus khawatir terhadap anak majikannya itu. Anak laki-laki itu terus bergeming. Dia tak memperdulikan wanita yang sudah tiga tahun ini merawatnya, sejak almarhumah ibunya hamil lagi. Sayang ... ibu dan calon adiknya lebih disayangi Allah buktinya Allah lebih dulu memanggil mereka. Wanita dewasa itu membuang nafas kasar. Anak majikannya itu ngambek sedari pagi

