49. Hancur

1836 Kata

"Sebelumnya maaf, Lia." Dahlia menatap wajah Pram yang begitu serius mengucapkannya. Hatinya merasa tak enak. Tumben-tumbenan seorang Mas Pram memasang tampang seperti itu. Suami Sinta yang dia kenal itu biasanya cengengesan dan nggak pernah serius. Dahlia sudah memantapkan hati untuk mendengar yang akan dikatakan Pram. Berkali-kali dia menarik nafas panjang. "Kenapa Mas Pram minta maaf? Ini belom lebaran lho, Mas." Sebisa mungkin Dahlia mencairkan suasana yang tegang ini. Tak ada yang menanggapi gurauan Dahlia, semuanya memasang tampang serius tanpa ada sedikit pun senyum di wajah mereka. Dahlia melihat keduanya bergantian, tapi Sinta seolah membuang muka saat tatapan mereka bertemu. Perasaan Dahlia semakin memburuk tentang semua ini. Penginapan ini memiliki kantor yang tidak luas.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN