*Arya PoV* Aku kembali ke Jakarta agar Dahlia bisa berfikir tentang lamaranku kemaren. Aku tak percaya akhirnya aku bisa mengatakan kata-kata itu. Mengetahui bahwa Putra juga mencintainya membuatku sesak. Aku tak ingin orang lain memilikinya. Baru sehari saja tidak melihatnya membuatku hampir gila. Aku ingin segera menjadikannya milikku satu-satunya, semoga dia akan mengatakan 'ya', saat itu tiba. Aku tak perduli apa ini cinta atau obsesi. Tapi memikirkan ada pria lain yang juga mendambanya membuatku hampir gila. "Ary ... Ary ...." Lamunanku buyar oleh suara ketukan. Ternyata Farhan sudah ada di ruanganku dan mengetuk mejaku untuk menyadarkan dari fantasiku tentang gadisku. "Ganggu aja kamu!" Awas saja kalau nggak ada hal penting. Lagi enak-enak mengkhayal tentang Dahlia malah kamu ga

