"Kita lihat apa yang bisa kulakukan." Dengan wajah berlinangan air mata Joana segera berbalik meninggalkan kedua pria yang menatapnya dengan wajah panik. Bukan panik karena mengkhawatirkannya, melainkan panik karena takut dia melukai gadis yang bernama Dahlia. Joana tersenyum getir merutuki kebodohannya. Adik dan tunangannya, keduanya mencintai gadis yang sama. Gadis yang bahkan tidak bisa dibandingkan dengannya dan tidak berada di level yang sama dengannya. Netra Arya masih menatap dengan nanar punggung kakak perempuannya yang semakin menghilang di balik pagar penginapan. Pun Putra, dia terlihat cukup gelisah. Benar ini semua salahnya, awal mula permainan ini adalah dari ambisinya. Bagaimanapun dia tak ingin Dahlia sampai terluka. Segera Putra menyusul Joana yang sudah bersiap masuk ke

