"Siapa yang hamil?" tanya Luna. Dia hanya mendengar kalimat ujungnya saja. Maklum saja, dia terlalu fokus dengan sepeda baru. "Kamu." Itu Elang. Dia yang menjawab dengan cepat sebelum Rafan mendahului. "Eh." Luna mengedip-kedipkan mata berkali-kali. "Siapa?" Sampai bertanya sekali lagi untuk memastikan bahwa yang tadi doa dengar itu salah. "Rafan bilang kamu lagi hamil." Dengan lancar dan sedikit sesak Elang memberitahu apa yang Rafan katakan padanya. Spontan Luna memegang perutnya. Dia berlari masuk ke dalam toko, berdiri di depan cermin sambil mengisi perut. "Masa sih?" Dari samping terlihat rata, dari depan masih rata. Lalu bagaimana caranya dia hamil. Sejurus kemudian sepasang mata Luna melebar. Dia baru tersadar atas hubungan yang menjurus yang telah dilakukannya dengan Rafan.

