Bab 80

1520 Kata

“Luna, di mana?” Begitu pintu kamar hotel terbuka, Liana dan Fira langsung menerobos masuk ke dalam. “Sopan dikit napa?” omel Rafan tapi tak digubris oleh kedua perempuan single itu yang terus mendekati istrinya yang baru saja membuka mata. “Luna, I am so happy. Akhirnya lo hamil juga.” Fira mengepakkan tangan, memeluk tubuh Luna, pun dengan Liana. Tak lama, karena Rafan menarik baju mereka dari belakang. “Jangan lama-lama! Sesak bayi gua di dalam.” “Apa sih, baru juga kecebong,” sungut Fira. “Eh, apa-apaan ngomong anak gua kecebong? Itu anak manusia, capek gua bikin tiap hari ya. Mon maap!” “Udah ah, jangan berantem di sini! Gue pusing,” ujar Luna menengahi. Rafan pun tak lagi bergabung, beralih duduk di single sofa yang ada di dekat jendela. Kali ini dia tak ingin membuat istrin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN