24

1088 Kata

Pagi itu Mega baru selesai melakukan rutinitas paginya, dia bersiap untuk kembali melanjutkan aktivitas selama studi tour. Matanya melirik ke arah pintu kamarnya, melihat Bagas yang sedang memberikan isyarat yang tak Mega mengerti. Mega melihat ke arah Hara yang sibuk membaca lalu berjalan menuju Bagas.  "Kenapa?" tanya Mega menaikkan sebelah alisnya bingung.  "Gue tadi ngeliat orang tua lo ada di sini," ujar Bagas masih berbisik-bisik.  Mega membulatkan matanya. "Hah? Ngapain?!" tanya Mega. "Gue enggak pasti sih, mending lo sembunyi dulu. Atau ajak Hara buat ke tempat lain dulu," ujar Bagas.  Mega menghela napasnya pelan, kenapa juga orang tuanya harus datang ke sini coba?! Dirinya hanya ingin bersenang-senang sesaat, padahal dirinya baru saja memasuki masa-masa SMA. Bukannya semakin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN