Mbok Darmi hendak tidur, baru saja dia akan naik ke atas ranjang saat didengarnya ada suara langkah kaki diruang tamu. Bulu kuduknya merindinng. Siapa yang sedang berjalan itu, Sekar sudah pergi bersama Bayu tadi habis isya, batin mbok Darmi. Lampu yang sudah dimatikan dia nyalakan kembali, dia membuka pintu dan berjingkat untuk mengintip. Sesosok laki laki paruh baya sedang berjalan ke arah dapur, karena lampu ruang tamu sudah dimatikan dan hanya ada pantulan cahaya dari dapur, wajah laki laki yang lewat itu tak terlihat. Mbok Darmi mengikuti dari belakang, melihat sosok itu masuk dapur dan keluar kebelakang menembus dinding, aroma busuk yang tadi menyeruak ikut hilang bersama hilangnya orang itu. Buru buru mbok Darmi kembali ke kamarnya dan mengunci pintu, berbagai surah surah pend

