“Enakkah rasa kopinya?” tanya Kirana yang heran setelah melihat kerutan tak puas di kening Ardana setelah ia menyesap isi cangkirnya. “Biasa aja,” jawab Ardana. “Masa, sih?” Kirana tidak percaya penilaian Ardana. “Ini kafe hotel bintang lima, loh!” “Di atas standar memang betul. Tapi, bagi aku masih kurang. Ada tempat yang jual kopi lebih enak dari ini,” kata Ardana. “Di mana?” tanya Kirana. Ardana menahan senyum. Ia seperti ragu menjawab. Kirana menatapnya penasaran. “Di kedai tempat kamu kerja dulu.” Ardana balas menatap Kirana. “Kakak masih suka ke sana?” Kirana mendapat celah mengkonfirmasi alasan ia mendapati Ardana di tempa itu kemarin. “Kadang-kadang. Kalau lagi ingin minum kopi yang enak, aku ke sana.” Ardana tersenyum. Sekejap, tanda tanya soal alasan Ardana sering data

