Part 33 Perasaan Tak Menentu

1247 Kata

Pisau yang ada di dapur mungkin tidak setajam tatapan Ibu saat ini. Sudah hampir setengah jam lamanya, Ibu melihatku tanpa berkata. Orang yang melahirkanku itu memang jago kalau disuruh berdiam diri sambil melihat lawan bicaranya. Kalau ikut lomba, pasti juara satu. Sedangkan Ayah terlihat asyik dengan bacaannya. Entahlah apakah ia pura-pura tidak menolong atau sengaja melakukannya. "Berapa lama lagi kita berdiam diri seperti ini?" Ibu mengalihkan pandangannya ke arah Lois yang sedari tadi berkutat dengan ponsel. Merasa diperhatikan, ia langsung diam dan menunduk. "Zie, apa saja yang kamu lakukan di sekolah?" Kini pandangannya berubah ke arah Zie yang asyik berkutat dengan buku. "Maksud Ibu?" balas Zie yang menutup buku bacaannya. "Apa kamu tahu jika adikmu ini sudah terlalu jauh bert

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN