# Luna baru saja tiba di rumah saat melihat beberapa pembantu yang bekerja di rumahnya tampak sibuk keluar masuk kamar Nyonya Citra. Seketika perasaan Luna langsung tidak enak dan dia langsung bergegas menuju ke kamar ibunya saat melihat hal tersebut. Begitu tiba di kamar Nyonya Citra, Luna tidak bisa menahan rasa kagetnya saat melihat pembantu yang tengah sibuk mengganti bekas muntahan ibunya yang juga diwarnai warna pekat darah. Wajah Luna seketika memucat karena syok, dia tidak mampu menahan apalagi menyembunyikan reaksi alaminya saat melihat wanita yang telah melahirkan dirinya ke dunia itu sedang sekarat seperti sekarang. Luna bukannya tidak tahu apa yang terjadi. Dia tahu dengan jelas kalau waktu ibunya semakin dekat saat mata ibunya terlihat semakin menguning dibandingkan biasa

