Mataku sejak tadi berbinar menatap dekorasi rumah utama,mana cantic banget lagi. Masih menggunakan mukena sehabis shalat Ashar,aku memperhatikan para pekerja yang mendekor rumah mendekati hari pernikahanku dengan Pak Aydan,jodoh yang akhirnya bisa kugapai sampai sekarang. Benar-benar tidak menyangka ya? Baru kemarin nyapa tiap hari eh sebentar lagi akan menjadi istrinya. “Callisa,tukang henna sudah datang. Kamu katanya mau bahas desain henna pilihanmu.” Informasi dari kak Rasya membuatku bergegas ke teras depan. Menyapa tukang henna yang sengaja ku panggil kerumah untuk bahas desain henna impianku. Pernikahan masih 5 harian lagi tapi membahasnya lebih cepat adalah solusi seorang Callisa. Mengajaknya duduk di ruang utama,aku meninggalkannya sendirian untuk ke dapur memberinya minuman din

