“Qobiltu nikahaha wa tazwijaha Princess Callisa binti Deravendra alal mahril madzkuur wa radhiitu bihi,wallahu waliyut taufiq,” “Bagaimana para saksi? SAH?” “SAH.” Didalam kamarnya,Callisa memejamkan matanya tak menyangka benar-benar telah menjadi istri dari pujaan hatinya sejak dulu. Tak henti-hentinya Callisa mengucapkan syukur,menggenggam tangan Maminya yang sejak tadi menemani Callisa didalam kamar. Ia hanya akan keluar saat Mc memberikan intruksi untuk kebawah. Biasanya perempuan akan berada di sisi mempelai pria sebelum akad namun permintaan Callisa agak aneh,maunya turun setelah akad di ucapkan oleh Aydan. tak mau memusingkan semua orang akhirnya setuju,dan suara Mc dibawah sana makin membuat Callisa gugup karena akan dipandang banyak orang. Ya,Callisa sudah sangat cantic denga

