BAB 1
keseharian Ana masih sama seperti biasanya ia akan bangun pagi untuk membuat sarapan sebelum berangkat ke sekolah
setelah melakukan tugasnya di pagi hari Ana akan mandi dan bersiap untuk pergi ke sekolahnya tahun ini Mira berada di kelas 11 dan sebentar lagi adalah ujian kenaikan kelas menuju kelas 12
karna sebentar lagi akan ada ujian Mira memilih pulang terlambat 1 jam daripada biasanya untuk membaca buku di perpustakaan
jam menunjukkan pukul 15.00 waktunya bagi Ana untuk segera pulang agar orang tuanya tidak marah , Ana selalu pulang pergi naik angkot karna ayahnya dan ibu tirinya tidak mengijinkan Ana untuk memiliki mobil sendiri
***
"Assalamualaikum ..." Ana mengucap salam walaupun tak ada yang menjawab tapi Ana selalu melakukannya
seperti biasanya Ana akan langsung masuk menuju kamarnya kamar Mira terletak di bagian agak belakang yang dulunya adalah kamar pembantu rumahtangga di rumah Joana tapi kini pembantu itu di pecat dan Joana lah yang harus melakukan semua pekerjaan rumah di sana
setelah berganti baju Joana akan langsung mengambil sapu dan akan menyapu setiap sudut rumah dan lanjut mengepel seperti biasanya
Joana mulai menyapu dari lantai atas dia akan melewati beberapa kamar salah satunya adalah kamar kakanya Bella
biasanya kamar kakaknya selalu tertutup tapi kini kamar kakanya terbuka yang membuat Ana bisa melihat apa yang dilakukan kakanya saat ini
CTEK...
gagang sapu yang Ana pegang terjatuh ke lantai , betapa kagetnya ana melihat ternyata kakanya sedang bermesraan dengan lelaki yang sangat ia kenal yaitu Mario pacar Joana
sejak 2 tahun yang lalu Joana mulai membuka hatinya untuk lelaki yang umurnya 25 tahun itu , dulu Mario hanyalah seorang pegawai kantor biasa hingga kini Mario bisa mendapatkan posisi sebagai direktur perusahaan
" mas Rio ...." ucap Ana dengan kaget
" Ana ..." Mario pun sepertinya juga kaget ternyata Joana sudah pulang dari sekolah sedangkan Bella hanya melihat adiknya dengan senyuman sinis
tanpa berpikir panjang Ana segera berlari meninggalkan Rio dan Bella tapi Rio masih berusaha mengejar Ana
" tunggu Ana aku bisa menjelaskan semuanya " teriak Rio mencoba menghentikan Ana dengan kata katanya tapi Ana tidak memperdulikan Rio dan terus berlari menuruni tangga dengan airmata yang telah menetes
sampai saat Ana berada di bawah tangga dan hendak melanjutkan larinya menuju pintu tapi ternyata Rio sudah meraih tangan Ana dan menghentikan langkah Ana
" apa lagi mas..." teriak Joana merasa marah dengan perbuatan Rio
" kamu dengerin aku dulu Na " balas Rio dengan nada yang cukup tinggi juga
" apa yang harus aku denger mas , sudah jelas bukan kalau kamu berselingkuh di belakang aku dengan kakak tiriku sendiri "
Lukman dan Riana yang mendengar teriakan Rio segera berlari menuju ke tempat Ana dan Rio berada