" udah la Na , Lo kan emang gak suka kalau mas Rio lebih milih aku " rengek Bella sambil berpura pura menangis mendalami perannya
" ngak ma yang di katakan kakak itu tidak benar ma "
" cukup Ana , kamu pikir aku akan percaya dengan kata katamu "bentak Riana tidak mau mendengar kata kata Joana lagi
" ada apa lagi ini ma " ucap Lukman sambil berjalan mendekat
tanpa berfikir panjang bela langsung berjalan ke arah ayahnya dan memeluk pergelangan tangan Lukman
" ayah....Joana ingin mencelakaiku " rengek Bella manja kepada ayahnya
" benar begitu Ana " ucap Lukman tegas
"a...aku gak sengaja pa " Joana masih berusaha menyangkal karna memang ia tidak sengaja melakukan
sementara itu Riana yang sudah tidak sanggup menahan amarah keluar dari kamar sambil membawa sebuah tas
bruk ...
Riana melempar tas itu ke arah Joana
" a...apa ini ma " tanya Joana dengan perasaan campur aduk
" pergi dari sini dan bawa baju baju lusuhmu itu " Riana berbicara sambil menekuk kedua tangannya di d**a sementara Bella tersenyum sinis melihat rencana berhasil
" t...tapi maa aku "
" tidak ada tapi tapi keluar dari rumah ini sekarang juga " bentak Riana lagi
" pa " ucap Riana sambil mengusap air matanya berharap ayahnya akan membantunya tapi bukan itu yang di lakukan Lukman ia malah pergi meninggalkan Joana
" mau apa lagi , tidak ada yang akan membelamu lagi ana lebih baik kau pergi sekarang atau " Riana tak lagi melanjutkan ucapannya
Joana akhirnya menyerah ia mengambil tas itu sebelum pergi Joana menatap dingin ke arah Rio yang sedari tadi hanya diam membisu bahkan tidak membelanya sama sekali
Joana pergi tanpa membawa apa apa lagi hanya baju lusuh yang ia bawa itu pun tidak banyak , kini Joana tidak tau akan pergi kemana karna hanya ayah keluarga satu satunya yang dimiliki Joana tapi kini ayahnya tak lagi perduli padanya