Chapter 59

810 Kata

Rita tertular senyum sang pacar. Entah bagaimana, rasa kesal yang dia rasakan terhadap cowok itu selalu hiang dalam sekejap. Hanya dengan melihat senyum simpul yang sebenarnya mudah untuk dilakukan siapa saja. "Jangan kayak gitu terus, Ga. Buat kebaikan lo juga, kan." Galih mengangguk paham. "Jangan cuma ngangguk doang!" Cowok itu terbahak ketika mendapat serangan di pinggang: Rita mencubitnya. "Ampun, Ta." Galih mengaduh. Rita menambah kekuatan cubitannya. "Janji, nggak? Jangan cuma maaf sama iya doang. Gue nggak suka, ya." "Iya, sayang. Iya." "Geli!" Rita berteriak. Tawa pasangan yang sedang dimabuk cinta itu mengalahkan suara hujan yang stagnan. Beruntung, tidak ada orang lain di sana. Hanya mereka berdua. Bercanda sambil menunggu taksi daring yang dipesan Galih menjemput. ***

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN