“Mas Wira kenapa?” Suara Ajeng yang muncul secara tiba-tiba, selepas kepergian Wira, mengejutkan Naura dan Rita. Keduanya otomatis menoleh ke belakang, arah datangnya sang sahabat. “Udah bangun?” tanya Naura dengan gugup. Ajeng hanya mengangguk sebagai respons. Dia ingin mendengar jawaban Rita atau pun Naura. Sungguh. Cewek itu ketakutan. Belum siap jika ada anggota keluarganya yang tahu tentang masalah foto laknat itu. Kalau bisa, keluarganya, terutama Wira, tidak perlu tahu. “Kalian ngobrolin apa sama mas Wira?” tanyanya lagi, memastikan. Jantungnya berdetak tak karuan. Rasa takut akan ketahuan oleh keluarganya sungguh membuat cewek itu diserang rasa panik. Naura dan Rita diam untuk beberapa saat. Memperhatikan raut wajah Ajeng yang tampak sekali sangat ketakutan. “Mas Wira nggak

