Rewind 5

5452 Kata

Ajeng mencebik melihat binar yang memancar di wajah Ale. Mengesalkan sekali mendapati Ale berada di rumahnya sepagi ini. Apalagi pemuda itu menyebut nama seorang profesor yang tidak Ajeng sukai atas beberapa alasan. Ia tidak akan mengungkapkannya, cukup disimpan dalam hati. "Semoga nggak jadi. Aku nggak mau dijadiin babu buat proyeknya dia." Masygulnya terhadap sang profesor rupanya cukup menjejak, hingga gadis itu bertutur dengan hati yang panas dan menggebu. Ale menyeringai. "Ya, makanya aku ajak kamu buat ke sana. Nego sama Prof. Nia, bikin dia nggak mau kerja sama bareng kita." Ajeng menunduk dalam-dalam, berpikir keras. Haruskah ia menuruti kata-kata Ale? Tidak apa-apakah? *** Di sinilah Ale dan Ajeng berada, di depan kantor tata usaha FIB Peleburan, melongok ke sana-kemari memin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN