Rewind 4

6870 Kata

“Makan dulu, kagak?” Ale menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur. Kantuk yang sejak tadi ditahannya, kini tidak bisa lagi ditolerir. Pertanyaan Galih barusan sama sekali tidak tertangkap indera pendengarnya. Secara perlahan, tubuh itu tak bergerak. Mata sayu yang sejak tadi menahan kantuk pun menutup. Ale telah lelap, membalaskan dendam akibat begadang bersama teman-temannya. Galih pun tidak jauh berbeda. Pertanyaan yang dia lontarkan kepada sang sahabat, terlupakan. Tubuhnya yang lelah ikut berbaring di kasur yang lain. Ale memang sengaja mempunyai kasur busa lebih, untuk berjaga-jaga jika temannya menginap. Kedua sahabat itu pun terlelap tanpa mengisi perut terlebih dulu. Pun tanpa membersihkan diri. *** "Salamlekum!" Galih yang sedang berbaring sambil memainkan ponsel terkejut begitu sua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN